Home » Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana, Mahasiswa KKN UNDIP Petakan Waktu Evakuasi Warga Desa Karangturi Secara Matematis

Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana, Mahasiswa KKN UNDIP Petakan Waktu Evakuasi Warga Desa Karangturi Secara Matematis

Klaten, Bestarinesia.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim 1 Universitas Diponegoro (UNDIP) tahun 2026 menghadirkan inovasi mitigasi bencana di Desa Karangturi, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten. Melalui program yang berlangsung sejak 6 Januari hingga 10 Februari 2026, tim mahasiswa menyusun sebuah booklet panduan yang memuat perhitungan detail mengenai waktu evakuasi warga dan potensi bencana di wilayah tersebut. (16/1/2026)

​Desa Karangturi diidentifikasi sebagai wilayah permukiman yang memiliki kerentanan terhadap tiga jenis bencana alam, yaitu banjir, tanah longsor, dan gempa bumi. Mengingat kondisi lingkungan dan kepadatan penduduk yang ada, perencanaan evakuasi yang terukur menjadi krusial untuk memastikan keselamatan warga saat bencana terjadi. Asfan Safaro Abror dari tim KKN UNDIP menyatakan, Perhitungan waktu evakuasi menjadi penting karena dipengaruhi oleh jumlah warga, kapasitas dan panjang jalur evakuasi, serta kondisi jalur saat bencana berlangsung.

​Keunggulan dari panduan yang disusun ini adalah penggunaan rumus matematis untuk memprediksi waktu tempuh minimal (t) bagi warga untuk mencapai titik aman. Perhitungan ini mempertimbangkan variabel jumlah warga (N), lebar jalan (W), kepadatan warga di jalur evakuasi (P), panjang jalur (L), serta kecepatan rata-rata jalan kaki warga (V).

Berdasarkan analisis spasial dan demografis, Asfan Safaro Abror dari tim KKN UNDIP memetakan waktu evakuasi spesifik untuk setiap Rukun Warga (RW):

​RW 1 (Rawan Banjir): Dengan jumlah warga 174 jiwa dan jarak 850 meter ke Balai Desa, estimasi waktu evakuasi adalah 12,3 menit. Wilayah ini diidentifikasi memiliki potensi banjir karena berdekatan dengan Kali Dengkeng.

​RW 6 (Rawan Longsor): Terletak di perbatasan Yogyakarta dan Gunung Kidul, wilayah ini memiliki potensi tanah longsor. Dengan 226 warga dan jarak 550 meter ke lapangan, waktu evakuasi diperkirakan 8,3 menit.

​RW 5 (Waktu Tercepat): Merupakan wilayah dengan waktu evakuasi tercepat, yakni 4,5 menit untuk menempuh jarak 250 meter menuju titik kumpul lapangan.

​Data lain mencatat waktu evakuasi untuk RW 2 adalah 8,8 menit, RW 3 selama 6,3 menit, dan RW 4 selama 10,2 menit. Titik kumpul utama yang ditetapkan adalah Balai Desa Karangturi dan Lapangan Olahraga setempat. Estimasi waktu dan jalur yang harus ditempuh, masyarakat diharapkan dapat melakukan evakuasi yang lebih terarah dan efektif, sehingga risiko jatuhnya korban jiwa dapat diminimalisir.

​Penyusunan perhitungan ini merupakan langkah awal konkret dalam upaya pengurangan risiko bencana dan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat Desa Karangturi.

Penulis: Asfan Safaro Abror (Fakultas Sains dan Matematika)

DPL : Ichlasul Ayyub, M.Si

Editor : Azis

More Reading

Post navigation

Leave a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *