Home » Mahasiswa Universitas Sebelas Maret Laksanakan Sosialisasi dan Praktik Pembuatan Nugget Lele sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Desa Nyamat

Mahasiswa Universitas Sebelas Maret Laksanakan Sosialisasi dan Praktik Pembuatan Nugget Lele sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Desa Nyamat

Desa Nyamat, Kabupaten Semarang — Dalam upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya asupan gizi seimbang dan mempercepat penurunan angka stunting, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 123 melaksanakan program kerja Sosialisasi dan Praktik Pembuatan Nugget Berbahan Dasar Ikan Lele. Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari program kerja utama KKN UNS Kelompok 123 dalam rangka mendukung tema Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang diusung yakni “Penguatan SDGs Desa melalui Pencegahan Stunting, Pemberdayaan Ekonomi, dan Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan” di Desa Nyamat.

 

Program ini memiliki sasaran utama yaitu bagi ibu yang memiliki balita berusia 1–5 tahun. Penetapan sasaran tersebut merujuk pada pentingnya peran keluarga terutama ibu dalam memastikan pemenuhan gizi anak selama masa pertumbuhan, atau disebut golden moment anak. Langkah ini diambil sebagai upaya edukatif untuk meningkatkan kapasitas keluarga dalam mencegah risiko stunting sejak dini.

 

Rangkaian kegiatan diawali dengan edukasi mengenai pentingnya pola makan bergizi seimbang dan kecukupan protein hewani bagi balita. Mahasiswa turut memaparkan risiko jangka panjang stunting yang dapat menghambat pertumbuhan fisik serta kemampuan kognitif anak. Penekanan diberikan pada pentingnya menjaga kualitas asupan nutrisi sejak usia dini sebagai upaya jangka panjang dalam membangun generasi emas yang sehat.

 

Dalam pelaksanaan program ini, Ketua Kelompok KKN UNS 123, Shahida Khudzma menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak sekadar menjadi sarana edukasi, melainkan dirancang agar memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat Desa Nyamat. “Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen kami dalam mendukung penguatan SDGs Desa, khususnya pada aspek pencegahan stunting. Harapannya, pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dari Sosialisasi dan Praktik Pembuatan Nugget dari Ikan Lele ini dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh Ibu-Ibu di Desa Nyamat” jelasnya.

 

Setelah sesi penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik membuat nugget berbahan dasar ikan lele. Pemilihan ikan lele bukan tanpa alasan, selain kaya akan protein dan harganya terjangkau, ikan ini sangat mudah ditemukan di sekitar Desa Nyamat, baik di pasar maupun tambak ikan. Inovasi nugget dari ikan lele ini juga menjadi solusi bagi anak-anak yang biasanya sulit makan ikan jika hanya digoreng atau dimasak secara sederhana.

Pembagian Hasil Olahan Nugget Lele kepada Ibu Balita

Salah satu kader posyandu Desa Nyamat mengapresiasi program kerja ini. Menurutnya, edukasi pengolahan makanan bergizi sangat dibutuhkan oleh masyarakat. “Inovasi seperti nugget lele ini dapat menjadi solusi agar anak-anak lebih tertarik mengkonsumsi protein, sehingga mendukung upaya pencegahan stunting,” ujarnya.

 

Bidan Desa Nyamat turut menilai bahwa program kerja ini relevan dengan kebutuhan masyarakat. “Asupan protein hewani sangat penting bagi pertumbuhan balita. Kegiatan ini membantu ibu-ibu memahami bahwa pemenuhan gizi anak bisa dilakukan menggunakan bahan yang relatif murah dan mudah didapat. Kami berharap praktik yang sudah diajarkan dapat terus diterapkan oleh ibu-ibu di rumah,” ungkapnya.

 

Pada sesi akhir kegiatan, ibu-ibu yang hadir memperoleh satu kemasan nugget ikan lele hasil olahan untuk diuji coba di rumah. Output yang diharapkan dari dijalankannya program ini adalah meningkatnya pemahaman serta keterampilan ibu-ibu balita dalam mengkreasikan bahan pangan lokal menjadi menu yang sehat dan menarik, sehingga mampu mendukung pemenuhan gizi anak sebagai upaya mencegah dan mengurangi risiko stunting. 

 

Melalui program kerja utama ini, kami mahasiswa KKN Universitas Sebelas Maret Kelompok 123 memiliki harapan untuk dapat berkontribusi secara nyata dalam mendukung upaya pencegahan stunting di Desa Nyamat serta memperkuat peran keluarga sebagai garda terdepan dalam pemenuhan gizi anak.

 

Penulis : KKN UNS Kelompok 123

More Reading

Post navigation

Leave a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *