Bestarinesia.com, Surakarta – Upaya mendekatkan dunia akademik dengan realitas pendidikan menengah dilakukan Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ivet (Unisvet) melalui kegiatan observasi di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Surakarta, Selasa (20/1/2026). Kegiatan yang digelar di Aula Lantai 4 Gedung Jenderal Soedirman tersebut diikuti mahasiswa dan dosen dari lingkungan FAI Unisvet.
Dekan FAI Unisvet, Siti Maemunah, M.S.I., menuturkan bahwa observasi lapangan menjadi sarana penting bagi mahasiswa untuk memahami dinamika penyelenggaraan pendidikan Islam secara nyata. Menurut dia, pembelajaran di perguruan tinggi perlu dilengkapi dengan pengalaman empiris agar calon pendidik memiliki perspektif yang lebih utuh.
“Kegiatan ini memberi ruang bagi mahasiswa untuk mengamati langsung pengelolaan madrasah, pola pembelajaran, dan sistem layanan pendidikan. Pengalaman lapangan seperti ini akan memperkaya wawasan akademik mereka,” kata Siti Maemunah.
Sebanyak 26 mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), bersama sejumlah dosen pendamping, terlibat dalam kegiatan tersebut. Mereka melakukan pengamatan serta wawancara terkait manajemen madrasah, pelaksanaan pembelajaran, dan penguatan layanan pendidikan.
Kepala MAN 1 Surakarta, H. Wardimin, S.Pd., M.E.Sy., memaparkan berbagai program unggulan yang dikembangkan madrasah. Program tersebut meliputi MAPK dengan sistem asrama keagamaan, boarding school sains riset, serta layanan fullday dengan basis sains-humaniora, tahfidz Al Quran, olahraga, dan keterampilan.
Selain menjelaskan program, Wardimin juga menyampaikan capaian prestasi madrasah dan pandangan tentang kepemimpinan dalam dunia pendidikan. Ia menekankan pentingnya pembentukan karakter dan budaya belajar sebagai fondasi keberhasilan peserta didik.
Rangkaian kegiatan diakhiri dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara FAI Unisvet dan MAN 1 Surakarta, dilanjutkan dengan pemaparan materi Pendidikan Agama Islam oleh guru PAI setempat dan diskusi interaktif bersama mahasiswa.
Kegiatan observasi ini diharapkan menjadi pintu awal penguatan kerja sama antara perguruan tinggi dan madrasah, sekaligus mendorong lahirnya calon pendidik yang adaptif terhadap kebutuhan dan tantangan pendidikan Islam masa kini.




Leave a Comment