Home » Workshop Kewirausahaan KKN UPGRIS Kelompok 20 di Desa Nyatnyono Bersama Ibu-ibu PKK dan Ibu Rumah Tangga

Workshop Kewirausahaan KKN UPGRIS Kelompok 20 di Desa Nyatnyono Bersama Ibu-ibu PKK dan Ibu Rumah Tangga

Kab. Semarang, Bestarinesia.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas PGRI Semarang yang tergabung dalam Kelompok 20 kembali melaksanakan program pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan Workshop Kewirausahaan bersama ibu-ibu PKK dan ibu rumah tangga di Desa Nyatnyono. Kegiatan ini dilaksanakan secara hangat dan penuh kekeluargaan di rumah Ibu RW setempat, yang menjadi pusat berkumpulnya para peserta dalam suasana yang santai namun tetap produktif.

Workshop ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan ibu-ibu, khususnya dalam memanfaatkan waktu luang agar lebih produktif dan bernilai ekonomi. Mengingat peran ibu rumah tangga yang sangat strategis dalam mengelola keuangan keluarga, kegiatan ini diharapkan dapat membuka peluang tambahan penghasilan serta meningkatkan kesejahteraan rumah tangga.

Sejak awal kegiatan, antusiasme peserta terlihat jelas. Ibu-ibu PKK dan ibu rumah tangga yang hadir aktif mengikuti setiap sesi yang disampaikan oleh mahasiswa KKN Kelompok 20. Materi yang diberikan meliputi pengenalan dasar kewirausahaan, cara menemukan ide usaha dari lingkungan sekitar, serta strategi sederhana memulai usaha rumahan dengan modal terjangkau.

Dalam pemaparannya, mahasiswa menjelaskan bahwa kewirausahaan bukan hanya tentang berjualan, tetapi juga tentang keberanian untuk mencoba, kreativitas dalam berinovasi, serta kemampuan membaca peluang pasar. Peserta diajak untuk melihat potensi yang ada di Desa Nyatnyono, seperti olahan makanan tradisional, camilan rumahan, hingga produk kerajinan sederhana yang dapat dipasarkan secara lebih luas.

Foto Pemaparan Materi oleh Mahasiswa

Suasana diskusi berlangsung interaktif. Beberapa ibu berbagi pengalaman mengenai usaha kecil yang sudah pernah dijalankan, seperti membuat kue, menitipkan jajanan di warung, hingga menjual produk secara pre-order. Dari diskusi tersebut, mahasiswa KKN membantu memberikan masukan terkait pengemasan produk agar lebih menarik, penentuan harga yang tepat, serta pentingnya menjaga kualitas dan kebersihan produk.

Selain itu, peserta juga dibekali edukasi mengenai pencatatan keuangan sederhana. Mahasiswa menjelaskan pentingnya memisahkan keuangan usaha dan keuangan pribadi agar keuntungan dapat dihitung secara jelas. Dengan contoh sederhana, ibu-ibu diajarkan cara mencatat pemasukan dan pengeluaran harian sebagai langkah awal menuju pengelolaan usaha yang lebih tertib dan profesional.

Koordinator kelurahan menyampaikan tak kalah penting, workshop ini juga membahas pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi. Di era digital saat ini, pemasaran dapat dilakukan dari rumah melalui telepon genggam.

“Kami juga memberikan tips praktis tentang cara memotret produk dengan pencahayaan yang baik, menuliskan deskripsi yang menarik, serta membagikan produk melalui grup WhatsApp maupun platform media sosial lainnya. Sehingga dapat menarik calon pembeli,” ungkapnya

Ibu RW selaku tuan rumah menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN Kelompok 20 yang telah menghadirkan kegiatan bermanfaat bagi warga. Ia berharap ilmu yang diberikan dapat memotivasi ibu-ibu untuk lebih percaya diri dalam memulai usaha dan tidak ragu mengembangkan potensi diri.

Melalui Workshop Kewirausahaan ini, KKN UPGRIS Kelompok 20 menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan perempuan dan penguatan ekonomi keluarga di Desa Nyatnyono. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi lahirnya wirausaha-wirausaha baru dari kalangan ibu-ibu PKK dan ibu rumah tangga, sehingga mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi perekonomian desa.

 

Editor: Azis

More Reading

Post navigation

Leave a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *