Home » Peringatan Isra Mikraj di Keblukan Satukan RA, MI, dan MTs Ma’arif dalam Pendidikan Akhlak

Peringatan Isra Mikraj di Keblukan Satukan RA, MI, dan MTs Ma’arif dalam Pendidikan Akhlak

Bestarinesia.com, Temanggung — Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah di Desa Keblukan, Kecamatan Kaloran, Temanggung, menjadi ruang konsolidasi pendidikan karakter lintas jenjang. Ratusan siswa dari RA, MI, hingga MTs Ma’arif Nurul Huda Keblukan mengikuti kegiatan yang digelar di Gedung Mujijana, Senin (19/1/2026), dengan khidmat dan antusias.

Mengusung tema Mewujudkan Generasi Berakhlak Mulia Melalui Salat, kegiatan ini menempatkan ibadah sebagai fondasi utama pembentukan karakter peserta didik. Sejak awal acara, nuansa religius terasa kuat melalui pembacaan ayat suci Al Quran dan rangkaian doa bersama.

Penceramah utama, KH Muhammad Syafi’i, S.Ag., mengajak para siswa untuk memaknai Isra Mikraj sebagai peristiwa spiritual yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Ia menekankan bahwa perintah salat yang diterima Rasulullah SAW dalam peristiwa tersebut harus tercermin dalam perilaku dan akhlak umat Islam.

“Salat bukan hanya kewajiban ritual, tetapi juga sarana pembentukan akhlak. Jika salat dijaga, maka sikap dan perilaku dalam kehidupan sosial akan ikut terjaga,” ujar KH Muhammad Syafi’i.

Kegiatan ini melibatkan partisipasi aktif siswa. Kanaya Sabrina Putri, siswi MTs Ma’arif Nurul Huda Kaloran, memandu jalannya acara sebagai pembawa acara, sementara Devan Prayoga membacakan ayat suci Al Quran dengan tartil, menambah kekhusyukan suasana.

Suwito, S.Pd.I., dalam sambutannya mengingatkan pentingnya konsistensi dalam menjalankan ibadah. Ia menekankan bahwa pendidikan agama tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga keluarga dan lingkungan sekitar.

“Anak-anak perlu dibimbing secara berkelanjutan agar salat menjadi kebutuhan, bukan sekadar kewajiban,” kata Suwito.

Kepala Desa Keblukan, Cholik Pujianto, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan bersama lintas jenjang tersebut. Menurut dia, sinergi lembaga pendidikan menjadi modal penting dalam membangun generasi yang berkarakter dan berakhlak mulia.

“Kebersamaan RA, MI, dan MTs ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter bisa dibangun melalui kerja sama yang kuat,” ujarnya.

Peringatan Isra Mikraj ini juga dihadiri penyuluh agama Kecamatan Kaloran yang memberikan penguatan literasi keagamaan, serta mahasiswa KKN Universitas Negeri Semarang (Unnes) GIAT 15 sebagai tamu undangan. Kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai harapan agar nilai-nilai ibadah dapat terus tertanam dalam kehidupan para siswa.

More Reading

Post navigation

Leave a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *