Home » INISNU Temanggung Dorong Pendidikan Ekoteologi, Angkat Isu Lingkungan dalam Forum Internasional

INISNU Temanggung Dorong Pendidikan Ekoteologi, Angkat Isu Lingkungan dalam Forum Internasional

Bestarinesia.com, Temanggung – Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung menempatkan isu lingkungan sebagai agenda strategis pendidikan tinggi melalui Seminar Internasional bertajuk The Transformation of Eco Theology Education, Senin (19/1/2026). Seminar yang dipusatkan di Aula Lantai 2 Kampus INISNU Temanggung dan diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting itu diikuti ratusan peserta dari Indonesia, India, Malaysia, dan Amerika Serikat.

Forum akademik lintas negara ini membahas transformasi pendidikan ekoteologi sebagai respons atas krisis lingkungan global, dengan pendekatan keislaman dan dialog lintas iman. Seminar menjadi ruang pertukaran gagasan tentang bagaimana nilai-nilai teologis dapat diintegrasikan dalam sistem pendidikan untuk membangun kesadaran ekologis dan tanggung jawab sosial.

Ketua Dewan Pengurus Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) INISNU Temanggung, Drs. H. Nur Makhsun, M.S.I., saat membuka kegiatan menegaskan bahwa komitmen kampus terhadap ekoteologi bukan sekadar wacana temporer. Menurut dia, gagasan tersebut telah menjadi bagian dari arah pengembangan kelembagaan INISNU Temanggung sejak 2021.

“Ekoteologi di INISNU Temanggung bukan agenda sesaat. Sejak 2021, kami merumuskan dan mengimplementasikannya sebagai bagian dari identitas dan orientasi pengembangan kampus,” kata Nur Makhsun.

Ia menjelaskan, pengembangan ekoteologi di INISNU Temanggung bertumpu pada empat pilar nilai kelembagaan. Pilar pertama adalah Panca Satya yang berakar pada nilai Mabadi’ Khaira Ummah, meliputi kejujuran, amanah, keadilan, tolong-menolong, dan konsistensi. Pilar kedua, Pancajiwa, merujuk pada pesan-pesan KH Ali Maksum Krapyak yang menjiwai seluruh aktivitas akademik dan kelembagaan kampus Nahdlatul Ulama.

Pilar ketiga adalah Pancadharma, yang mencakup pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, penguatan kaderisasi NU, serta pengembangan peradaban Islam. Adapun pilar keempat, Pancacita, merupakan cita-cita strategis kampus, antara lain pencapaian akreditasi unggul, peningkatan kualifikasi dosen, penguatan jejaring internasional, pengembangan sarana prasarana, dan digitalisasi perguruan tinggi.

Sementara itu, Rektor INISNU Temanggung, Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., menegaskan bahwa nilai-nilai tersebut tidak berhenti pada tataran konseptual. Ia menyebut Pancadharma telah diintegrasikan secara sistemik ke dalam seluruh ekosistem kampus dengan berlandaskan nilai Ahlussunnah Waljamaah Annahdliyah, seperti tawassuth, tawazun, i’tidal, dan tasamuh.

“Nilai Pancadharma kami integrasikan ke dalam visi, misi, kurikulum, pembelajaran, hingga aktivitas keseharian kampus melalui proses pembiasaan dan pembudayaan,” ujar Hamidulloh.

Ia menambahkan, pendidikan ekoteologi diarahkan untuk melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran ekologis, kedalaman spiritual, dan tanggung jawab sosial terhadap lingkungan dan masyarakat.

Seminar internasional ini menghadirkan sejumlah narasumber dari dalam dan luar negeri, antara lain Dr. Anurag Hazarika (Global Interfaith University, USA), Dr. Eny Rahmawati (INISNU Temanggung), serta akademisi dari UNUGHA Cilacap, STAI Walisembilan Semarang, STITMA Yogyakarta, AKPER Al-Kautsar Temanggung, IIM Surakarta, STIK Kendal, STAI Brebes, dan UNDARIS Semarang.

Melalui forum ini, INISNU Temanggung menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi Nahdlatul Ulama yang responsif terhadap isu global, sekaligus konsisten mengembangkan pendidikan Islam yang moderat, berkelanjutan, dan berorientasi pada penguatan peradaban.

More Reading

Post navigation

Leave a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *